Home » » HARUSKAH BERAKHIR ANARKI ?

HARUSKAH BERAKHIR ANARKI ?

Written By Unknown on Jumat, 06 April 2012 | 21.01.00


Respon masyarakat, sangat bervariasi soal rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM, mulai dari yang masih buta info kenaikan harga BBM, yang tidak terlalu merespon hingga kepada mereka yang bersikap reaktif dan tergerak untuk menyampaikan aspirasi mereka berupa ketidaksetujuan atas rencana kenaikan harga BBM tersebut.
Mendengar hal tersebut tentunya sah-sah saja kita berpikir, karena sebagai warga Negara Indonesia, kita diberi kebebasan untuk menyampaikan aspirasi baik itu melalui tulisan atau bahkan dengan cara berdemonstrasi, berorasi, atau dengan istilah lainnya; berunjuk rasa.
Menurut ensiklopedia Wikipedia, "Demokrasi berarti suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan).” Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak, kesempatan, dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahaan. 
Sedangkan menurut kamus Wikipedia, "Anarkisme adalah teori politik yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat tanpa hierarki (baik dalam politik, ekonomi, maupun sosial)". Dan disebutkan lagi bahwa, "Para anarkis dalam berbagai gerakannya, kerap kali menggunakan kekerasan sebagai metode yang cukup ampuh dalam memperjuangkan ide-idenya."
Faktanya, aksi unjuk rasa seringkali terkesan "harus" berakhir menjadi aksi yang anarki berupa pelemparan, kejar-mengejar dengan petugas kepolisian, pembakaran, perampokan, penjarahan, bahkan yang lebih parah memakan korban jiwa. Ketika aksi demonstrasi sudah berbau unsur politik, maka kerap kendaraan-kendaraan berplat merah selalu menjadi favorit aksi kekerasan yang tak luput dari tindakan berupa pembakaran dan pengrusakan.
                Singkat tulisan, memang aksi demonstrasi yang kerap terjadi, bukan hanya di Indonesia, juga di negara-negara lainnya tidak pernah luput dari anarkisme. Bahkan lebih mengerikan adanya. Tetapi tidak dapatkah kita menciptakan suasana demonstrasi yang memang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi? Dengan demikian, selama menyampaikan pendapatnya, masyarakat kota tidak merasa terusik ketenangannya, dapat menjalankan aktivitas-aktivitasnya sembari sadar bahwa mahasiswa sekalian telah mewakilkan aspirasi sebagian masyarakat Indonesia yang menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM tersebut. Tidak ada aksi pelemparan, pembakaran ban bekas yang padahal kita sedang giat-giatnya menjalankan program "Go Green".(MubRi/01/04)

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. WEBSITE RESMI AKSELERASI SMA NEGERI 2 PAREPARE - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger